Berbagai Syarat Uji Lab Makanan untuk Mendaftarkan Produk Makanan

Makanan merupakan salah satu hal yang penting bagi kesehatan manusia. Makanan yang dikonsumsi akan mempengaruhi kesehatan. Oleh karena itu, masyarakat perlu berhati – hati saat memilih berbagai macam jenis produk makanan yang beredar. Sementara itu, bagi pengusaha makanan, mereka harus mendaftarkan produk mereka akan sesuai dengan standar gizi dan keamanan yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan agar produk yang dipasarkan memang sesuai dengan keamanan dan nilai gizi untuk masyarakat.

Berbagai Uji Makanan Untuk Pendaftaran Produk Makanan

Saat akan mendaftarkan produk makanan, pengusaha perlu melakukan beberapa uji kandungan bahan kimia dalam makanan serta keamanan produk makanan tersebut. Hasil uji lab makanan tersebut menjadi syarat untuk pendaftaran produk. Salah satu parameter yang harus diujikan dalam kandungan bahan makanan adalah cemaran logam berat seperti Timah (Sn), Arsen (As), Kadmium (Cd), Merkuri (hg), dan Timbal (Pb). Hasil analisis kandungan logam berat dalam produk makanan akan dibandingkan dengan batas maksimal kandungan logam berat sesuai dengan peraturan pemerintah. Jika konsentrasi logam tersebut melebihi batas maksimal SNI, maka produk makanan tersebut tidak akan lolos.

Produk yang didaftarkan juga perlu diuji dengan parameter yang lain. Salah satunya adalah informasi nilai gizi dari produk makanan tersebut. Nantinya, informasi nilai gizi tersebut akan ditampilkan pada label produk. Sehingga, label makanan tersebut harus secara  jelas memuat informasi nilai gizi yang benar. Beberapa pengujian nilai gizi yang harus dicantumkan adalah konsentrasi karbohidrat, gula, protein, asam lemak, zat pengawet, zat pewarna, dll. Masing Рmasing zat tersebut memiliki mekanisme pengujian yang berbeda. Selain itu, jika produk makanan tersebut memiliki kandungan alkohol, maka produk tersebut harus mencantumkan kadar alkohol yang akurat pada label produk. Hal ini dilakukan sebagai bagian proteksi keamanan bagi konsumen.

Sementara itu, produk makanan seperti madu juga perlu diuji ada atau tidaknya kandungan zat kloramfenikol. Secara umum, kloramfenikol merupakan salah satu jenis antibiotik yang menjadi residu dan sering ditemukan dalam madu. Kandungan kloramfenikol yang melebihi ambang batas dapat menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan seperti resistensi terhadap bakteri. Oleh karena itu, produk madu perlu diuji kandungan kloramfenikolnya sebagai syarat agar produk madu tersebut bisa didaftarkan. Jenis antibiotik lain yang perlu diuji dalam beberapa produk makanan adalah aflatoksin dan okratoksin. Antibiotik ini sering ditemukan pada produk olahan jagung, kopi, susu, kacang tanah, dll. Selain itu, produk seperti susu formula bayi juga perlu untuk diuji kandungan melaminnya. Hal ini dikarenakan melamin memiliki beberapa masalah kesehatan seperti masalah pada sistem ekskresi. Oleh karena itu, produk susu perlu diuji kandungan melaminnya.

Menguji Produk Makanan di Laboratorium

Untuk mengetahui kandungan zat yang terkandung dalam produk makanan, tentu seorang pengusaha produk makanan harus mengirimkan sampel produk ke laboratorium. Akan tetapi, pengusaha tersebut harus memastikan bahwa laboratorium yang dipilih memiliki layanan analisis yang sesuai dengan kebutuhan syarat uji laboratorium pada produk makanan. Salah satu laboratorium yang melayani uji lab pada produk makanan adalah Gizigo.id. Mereka menyediakan berbagai macam uji analisis kandungan zat makanan. Sebagai contoh, analisis makronutrien yang meliputi karbohidrat, gula total, gula pereduksi, serat kasar, serat makanan, amilosa dan amilopektin, laktosa, kadar protein, asam lemak, asam lemak bebas, dan kolesterol. Selain itu, lembaga ini juga menyediakan analisis yang lain seperti mikronutrien, proksimat, food additive, dll.

 

Related Posts